Klub baca, ‘meeting point’ kaum muda yang bantu rawat budaya literasi
Ini seperti alasan Nathalie Indry dari Perempuan Baca: “(Saya) ingin berkumpul untuk berdiskusi tentang tema kehidupan dan mencari sahabat baru melalui
Berawal dari obrolan spontan di X soal baca bareng di taman kota Bandung, kami—yang awalnya tak saling kenal—akhirnya bertemu. Lalu Literasa pun terbentuk jadi komunitas baca yang terbuka bagi semua orang”, ungkap Ana dan Putrifa Wirahayu dari Literasa Book Club.
Setidaknya sejak 2023, klub baca semakin populer di kalangan kaum muda. Tak hanya di rumah dan di perpustakaan, mereka membaca sambil berkumpul di mana saja: virtual, kafe, atau bahkan taman kota.
Keberadaan klub baca menjawab adanya kebutuhan akan kebersamaan membaca di ruang publik sekaligus berkontribusi pada literasi melalui komunitas yang ramah dan terbuka untuk siapa saja.
Mengapa klub baca?
Generasi Z, Zilenial, dan Milenial menciptakan klub baca mereka sendiri atau bergabung dengan perkumpulan yang telah terbentuk. Bukan hanya untuk membaca, klub ini juga menjadi ruang pertemuan untuk berbagai kegiatan lain seperti diskusi, resensi, tukar buku, berjejaring, hingga makan-makan.
Selain itu, survei Eventbrite mengungkap bahwa persahabatan di kalangan generasi muda banyak terjalin berkat pertemuan-pertemuan yang rutin diselenggarakan dalam kegiatan komunitas, termasuk klub baca.
Ini seperti alasan Nathalie Indry dari Perempuan Baca: “(Saya) ingin berkumpul untuk berdiskusi tentang tema kehidupan dan mencari sahabat baru melalui
Redaksi Digital
Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.
Pembaca Berbicara
0 KomentarJadilah yang pertama berkomentar
Bagikan pandangan atau opini Anda mengenai tulisan ini.